Cuma Islandia yang Menyamai Indonesian Blue Fire Ini

Blue Fire, atau dalam bahasa kita disebut “Api yang Berwarna Biru” ternyata hanya ada 2 di dunia. Dan sebuah kebanggaan tersendiri karena salah satunya ada di negara kita, Indonesia. Tepatnya di Banyuwangi, lebih tepatnya lagi di kawah Ijen. Satu lagi ada di Islandia.

Kamu bisa melihat dan menikmati api biru ini dengan menaiki gunung Ijen terlebih dahulu. Gunung ini punya tinggi kurang lebih 2.400 meter di atas permukaan laut. Wisatawan biasa mulai perjalanan pada jam 1 malam agar pagi ketika mereka bisa menikmati kawah menjelang matahari terbit.

Kawah ini begitu istimewa dan wajib jadi salah satu daftar travelingmu. Kali ini kita bakal kenalan lebih jauh sama ‘rumahnya’ Blue Fire ini.

kawah ijen banyuwangi malam hari
Ini adalah salah satu foto terfavorit yang menggambarkan wujud kawah Ijen di malam hari | www.boston.com

Kawah Paling Mengerikan

Kawah Ijen, rumah dari sang api biru, adalah salah satu kawah yang paling mengerikan di dunia! Kawah ini, atau disebut juga danau Ijen, memiliki tingkat keasaman paling ‘horor’, yakni nyaris nol ditambah dengan suhu yang mencapai 200 derajat celcius. Dengan angka ini sudah sangat cukup melarutkan tubuh manusia. Edan!

Nah, untuk ukuran kawah itu sendiri diperkirakan mencapai 960 meter x 600 meter dengan kedalaman hingga 200 meter. Dan saat waktunya pas, kamu bisa menikmati indahnya blue fire di bawah sana. Kapan waktu yang pas itu?

Tepatnya pada lewat tengah malam hingga menjelang terbitnya matahari. Itulah mengapa banyak wisatawan yang berangkat naik pada malam hari, berharap sampai di atas pada saat yang paling pas buat nikmatin kawah ini.

Jalan Rezeki Masyarakat Lokal

Meskipun sangat mengerikan bila sampai terjatuh ke dalam kawah, tapi ternyata tempat ini jadi salah satu jalan rezeki masyarakat lokal.

Kawah Ijen mengandung belerang yang sangat melimpah, dan itulah yang dijadikan ‘makan’ oleh penambang tradisional. Kalo kamu traveling ke sini, kamu bakal ketemu sama warga yang sedang mengadu nasib mencari belerang yang membeku.

Belerang ini, ntah dengan cara dicungkil atau diambil begitu saja, diangkat dari kawah hingga ke atas dengan pikulan tradisional. Karena bau belerang sangat menyengat, mereka hanya mengenakan penutup hidung seperti sarung atau kain biasa.

Ah, demi sesuap nasi, nyawa jadi taruhannya.

tambang belerang di kawah ijen
Bertaruh nyawa mengangkat belerang? Siapa takut! | www.yukpiknik.com/

Kapan Kesana?

Jadi kamu kapan ke sana? Kalo kesana jangan lupa bawa masker sama perlengkapan yang cukup. Dan disarankan kalo mau naik pa musim kemarau aja, antara Juli-September. Soalnya kalo pas musim hujan medan lebih licin untuk dilewati.

Kalo harus nginep sana, kamu bisa nyewa hotel atau homestay yang jumlahnya sudah sampai ribuan. Maklumlah, yang serupa sama kawah Ijen kan cuma 1 di dunia, hehehe.


Featured image by www.banyuwangibagus.com/

Ngobrol santai yuk...