Level PRO: Jalur Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho

jalur pendakian gunung lawu via candi cetho

Jalur pendakian gunung Lawu via Candi Cetho disebut sebagian pendaki sebagai jalur paling berat. Tapi sayang juga sih kalo gak dicoba. Yuk!

Selamat pagi bro n sist, gimana kabar pagi ini? Semoga sehat selalu, panjang umur, aamiin. Seperti biasa, sebelum beraktivitas kita harus main dulu, hehe.

Pagi ini Jejak Alam mau ngajakin muncak ke gunung Lawu, tapi lewat jalur yang berbeda. Dimana bedanya? Emang biasanya lewat mana? Yuk ikutin terus!

Jalur Terberat Gunung Lawu

Buat yang belum tau nih, gunung Lawu adalah gunung bertinggi 3.118 mdpl yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tepatnya berlokasi di 3 kabupaten, Karanganyar (JaTeng), Ngawi dan Magetan (JaTim). Eh ternyata angka 3 ini juga menggambarkan 3 jalur resmi yang ia miliki.

Yang pertama, jalur yang paling populer, Cemoro Sewu. Jalur itu didominasi anak tangga dari bebatuan.

pendakian gunung lawu via cemoro sewu
Pintu masuk pendakian via Cemoro Sewu. Dominan tangga dari batu | @lina_arfianti

Terus ada lagi via Cemoro Kandang yang kabarnya sedikit lebih susah dari yang pertama.

Dan yang disebut paling ‘menantang’, jalur candi Cetho. Inilah kenapa kita sebut jalur PRO, bukan amateur lagi, hehehe.

Tapi jangan salah, bukan berarti kita gak bisa mendaki lewat sini. Bisa kok, tentu dengan penyesuaian perbekalan yang cukup.

penampakan sabana gunung Lawu
Jalur pendakian gunung Lawu via Candi Cetho tidak mudah, tapi kita musti coba | @ridwancrowd

Nah, buat masuk ke jalur ini kita bakal kena retribusi sebesar Rp 15.000 aja per orang. Buat yang mau lintas jalur, artinya naik dari candi Cetho lalu turunnya di Cemoro Sewu, kita harus meninggalkan fotokopi KTP atau tanda pengenal.

Selesai dengan administrasi, kita bakal ‘disuguhkan’ 5 pos selama perjalanan sebelum sampai di Hargo Dumilah, puncak gunung Lawu.

Untuk menuju pos pertama, kita butuh waktu kurang lebih 1 jam. Namun sebelum itu, kita bakal ketemu sama candi Kethek.

candi kethek di karanganyar
Sampai nih di awal perjalanan, candi Kethek | @asemaulana

Eh tapi jangan salah kira ya, kata “kethek” ini bukan ketiak, hehehe. Tapi ‘kera’ dalam bahasa Jawa. Barulah setelah candi ini kita bertemu pos 1.

Abis itu, kita butuh waktu kurang lebih 1 jam lagi buat sampai di pos 2. Tenang, jalanan dari basecamp sampai pos 2 ini masih relatif mudah.

Pepohonan besar dan teduh adalah tandanya pos 2. Dan sumber air, adalah tanda sebentar lagi kita sampai di pos 3. Ya, ada sumber air di antara 2 pos ini.

Mau bikin tenda disini? Boleh, toh ada tempatnya sama sumber air. Tapi buat ke pos 4, kita masih butuh 1,5 jam dengan jalanan yang….ini dia, hehehehe.

peta jalur pendakian gunung lawu via candi cetho
Boleh mengambil air, tapi secukupnya yaa bro n sist | @adhie_reza

Level PRO dan Super Bonus Bernama Sabana

Track menuju pos 4 sudah sedikit berbeda, cenderung nanjak, naik. Kita harus pintar me-maintain power kita *asek. Tahan bentar ya, soalnya abis ini kita dapat ‘sesuatu’.

Apa tuh ‘sesuatu’nya? Gak lain adalah sabana! Yoi broo, kita bakal ketemu sabana di atas bukit pos 4 yang juga sangat dekat sama pos 5.

Spot ini bisa jadi camping ground, soalnya lahannya luas dan gak jauh amat sama pucuk. Sesaat setelah ini, ketemulah di area yang disebut spot foto paling keren.

sisi lain pendakian via candhi cetho
Penampakan sabana gunung Lawu yang bisa jadi camping ground | @ryan_saputra56

Yaitu pos 5 yang berlokasi setelah bukit Cinta gunung Lawu. Bayangin aja hamparan sabana berhiaskan bukit cinta, wah bakal panen foto kece sadis, hehehe.

Tapi jangan puas dulu, kita masih ada sekitar 1,5 jam perjalanan menuju puncak. Termasuk melewati warung mbok Yum yang tersohor itu.

gambar warung makan mbok yem gunung lawu
Warung makan legendaris di puncak gunung Lawu | @mr.z_22

Iya, buat yang belum tau, 30 menit menuju puncak Lawu kita bakal ketemu sebuah warung sederhana yang menjajakan makanan. Cobain sendiri deh sensasinya warung di atas gunung, hehehe.

Detik-detik Menuju Hargo Dumilah

Jalur pendakian gunung Lawu via candi cetho tetap berujung di puncak Hargo Dumilah. Puncak ini ditandai dengan tugu berwarna hitam yang gagah. Selamat datang!

puncak gunung lawu hargo dumilah
SELAMAT DATANG di Hargo Dumilah! Puncaknya gunung Lawu | @iqbalrifqi777

Nah, sebagai pendaki yang BEROTAK, iya, BEROTAK, sebaiknya kita gak buang sampah di puncak apalagi sampai melakukan vandalism. Oke?!

Yakin deh, teman-teman JA pantang melakukan kebodohan paling tolol itu, hehehe. Oh iya, kalo pas cerah, view dari puncak ini bakal keren banget.

Belum lagi langit biru yang super megah berpadu dengan horizon di ujung yang tak terlihat itu. Wow, inilah pucuk gunung Lawu. Sekali lagi, selamat datang!

Pendakian yang Butuh Persiapan Khusus

Pendakian ini lebih banyak didominasi oleh jalanan tanah. Medan ini kadang lebih licin, apalagi setelah hujan turun.

Belum lagi tanah yang tidak solid, membuat kita gampang t e r p e r o s o k. Jadi kita harus lebih hati-hati. Perbekalan yang cukup juga wajib lho ya!

puncak tertinggi di gunung lawu
Sampai ketemu di puncak ya. Tetap bawa perbekalan yang cukup | @ang_groho

Jangan berspekulasi mengandalkan sumber air, tak ada jaminan kita bisa mengambil sumber air tersebut.

Okelah, kayaknya udahan dulu yaa. Sampai ketemu lagi besok, jam 6 pagi. Semoga obrolan kita tentang jalur pendakian gunung Lawu via candi Cetho ini bermanfaat. Sampai ketemu di Hargo Dumilah. Tchao!


Featured image by @rezkycaturwardhana

Ngobrol santai yuk...