Kembalinya Blog yang Menambah Pengetahuan

Cie balikan ciee… Hehehehe. Haloo, apa kabar? Siapa yang balikan? Jejak Alam, blog yang menambah pengetahuan traveling dan jalan-jalanmu akan kembali broo.

Sejak akhir Maret kita off. Gak ada tulisan baru gak ada kabar baru. Syukur sekarang udah bisa berbagi lagi, cerita-cerita sama bro n sist yang butuh informasi.

Sekarang kita ada jadwal nih. Insyaallah setiap hari ada informasi hangat dan baru setiap pagi. Coba deh cek fanpage Jejak Alam setiap jam 6 pagi, pasti ada artikel baru yang bisa kamu cemil.

Tapi kalo gak muncul, mungkin aja lagi trouble atau emang gak sempet nulis, hehehe. Maklum yaa bro n sist

blog pecinta alam indonesia
Alam tak akan selesai untuk dinikmati

Oh iyaa, sekarang blog ini udah aku bikin lebih ramah kuota (semoga bisa dirasakan, hehe). Aku bikin lebih enteng dan bersahabat deh.

Tapi kalo ada trouble atau apapun yang gak ngenakin, langsung hubungi aku aja via halaman KONTAK ya bro n sist.

Jangan sungkan juga buat ngasih saran masukan biar tambah keren blog ini. Syukur lebih bisa ngasih banyak manfaat, aamiin.

Nah gitu aja dulu deh ya. Sampai ketemu jam 6 pagi hari Selasa tanggal 1 Agustus ya. Thanks!

 

Kemunculan Hiu Paus di Teluk Jakarta yang Menjadi ‘Tamparan’

Tanggal 5 Maret yang lalu, netizen dihebohkan sama rekaman video amatir yang menampakkan sesosok hiu paus di teluk Jakarta. Hiu Paus ini nampak berenang mendekati kapal petugas kebersihan teluk Jakarta dimana beberapa awaknya mengabadikan momen yang cukup langka ini. Awalnya mereka menganggap ikan sapu-sapu raksasa. Saksikan rekamannya di bawah nanti ya…

Beberapa pihak kemudian saling mengeluarkan opini mereka, termasuk seorang ahli kelautan dan perikanan. Ada juga yang mengaitkannya sama reklamasi, bahkan sampai pada hal yang lebih religius. Hal apakah itu? Ikutin terus kita ya…

Teluk Jakarta, Tempat Singgah Sementara

Nama Teluk Jakarta akhir-akhir ini sering terdengar karena polemik reklamasi. Tapi buat sebagian orang, nama teluk ini masih asing. Termasuk admin, hehehe.

Teluk Jakarta adalah sebuah teluk yang berada di perairan dangkal laut Jawa, tepatnya di sebelah utara provinsi DKI Jakarta. Teluk ini ‘menampung’ 13 aliran sungai yang membelah ibu kota. Luasnya sekitar 514 kilometer persegi dan berkedalaman 15 meter. Teluk ini dihuni tak kurang dari 108 pulau kecil di sekitarnya.

Teluk Jakarta termasuk teluk yang bersih dan terjaga ekosistimnya. Bila gelombang sedang tenang, pemerintah kota Jakarta mengerahkan ‘pasukannya’ untuk mengangkat sampah yang didominasi plastik. Akan tetapi, kebersihan teluk bukan jadi satu-satunya alasan singgahnya sang hiu paus.

wujud asli hiu tutul di laut jakarta
Wujud asli hiu paus yang ‘mampir’ ke teluk Jakarta, saksikan videonya di bawah

Peneliti Badan Riset SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dharmadi, justru menduga faktor makananlah yang membuat sang hiu ‘berkenan’ datang.

Dharmadi menambahkan, fenomena ini sebenarnya bukan barang baru karena memang walau tinggal di laut dalam, hiu paus akan tetap naik ke permukaan untuk mencari ikan kecil, teri, dan plankton.

Peneliti yang berfokus pada ikan hiu dan pari tersebut memprediksi sang hiu akan kembali lagi ke teluk Jakarta setelah kejadian kemarin. Namun dirinya juga mengkhawatirkan kejadian di Farewell Spit akan tejadi di Jakarta. Seperti yang sudah kita obrolin, Farewell Spit adalah spot dimana banyak paus terdampar dan mati.

Gak cuma itu aja lho. Cerita tentang hiu paus juga pernah kita tulis di Hiu Paus Misterius di Botubarani. Yang ini malah lebih banyak dan fenomenal. Biar gak penasaran, mampir aja broo, hehehe.

Lanjut?

Reklamasi dan Tamparan

Selain dari kaca mata seorang ahli, ada sudut pandang lain yang gak kalah menarik nih. Sudut pandang ini berkaitan dengan hal sensitif yang tengah marak di Indonesia. Tentang Ahok dan reklamasi.

Ahok pada April 2016 yang lalu mengatakan bahwa teluk Jakarta sudah tidak ada lagi ikan. Alasan inilah yang, mungkin, mendorongnya untuk mengizinkan proyek reklamasi di lahan para nelayan tersebut. Paling tidak, dengan adanya reklamasi para nelayan dirugikan dengan ongkos transport yang lebih mahal untuk mencari ikan.

Nah, kemunculan hiu paus di teluk Jakarta kemarin menjadi tamparan bagi pernyataan sang Gubernur. Jangankan ikan kecil, ternyata teluk tersebut disambangi kaliber hiu paus yang sedang mencari makan. Jangan salah juga, pada September 2016 juga terlihat lumba-lumba di tempat yang sama.

Artinya, teluk Jakarta sebenarnya masih dihuni ikan dan menjadi salah satu destinasi ikan-ikan besar. Sayang banget kalo kemudian reklamasi dilanjutkan dan merusak ‘rumah’ mereka. Tak cuma ikan yang jadi korban, nelayannya pun juga!

Kalo menurutmu gimana guys?

LAST WORDS

Apapun sudut pandangmu bro, yang penting mari kita jaga habitat ikan-ikan di teluk Jakarta dan perairan di Indonesia lainnya. Kita bisa memulainya dengan tidak membuang sampah, terutama plastik, ke sungai atau laut apalagi. Udah berapa banyak kasus lumba-lumba, penyu, sampai paus yang mengira plastik itu ubur-ubur lezat?

Apalagi reklamasi. Kalo udah jelas merusak lingkungan, masa iya kita mau dukung? Ibarat kata itu rumahnya saudara kita, masa iya kita dukung orang yang mau merusaknya? Semoga teluk Jakarta dilindungi dari perusakan. Aamiin.

Nah, sebagai penutup, ini dia rekaman amatir ikan hiu paus di teluk Jakarta yang lagi booming!


Featured image by galapagosconservation.org.uk

Yeey! Hari Ini adalah Ulang Tahun Pulau Komodo yang ke-47

Hari ini adalah hari spesial lhoh, apalagi buat salah satu ikon wisata dan traveling di Indonesia. Udah tau belum hari ini adalah ulang tahun Pulau Komodo yang ke-37? Yeey! Dan yang lebih istimewa lagi, Google pun tak mau ketinggalan momen penting ini.

Kalo kita buka Google.com atau Google.co.id, kita bakal ketemu sama doodle khusus yang udah disiapin buat ultahnya pulau Komodo. Kalo diklik, nanti kita dikasih pertanyaan seputar pulau Komodo. Yaa, semacam kuis gitulaaah…

Nah, udah pada tahu belum nih sejarah panjang Tanam Nasional Komodo yang jadi warisan dunia ini? Ikutin kita terus yaa…

Berlian Pariwisata paling Berharga di Dunia

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang berada di Nusa Tenggara. Pada hari ini, 37 tahun yang lalu, berdirilah Tanam Nasional Komodo (TNK) yang juga menjadi penangkaran komodo terbesar sedunia!

Taman nasional ini juga meliputi pulau lain yang ada di kanan-kirinya, yakni pulau Komodo itu sendiri, pulau Rinca, sama pulau Padar plus beberapa pulau kecil lainnya. Dengan demikian, bila ditotal beserta luasnya perairan rumah komodo ini, luas total TNK mencapai 173.300 hektare.

taman nasional komodo kabupaten manggarai barat nusa tenggara timur
Taman Nasional Komodo punya luas lebih dari 173.000 hektare | www.langgeng-wisata.com

Eh ngomongin soal rumah komodo, di TNK ada sekitar 277 species komodo yang dulunya berasal dari Asia sama Australia. Tapi selain komodo, TNK juga dihuni sama 37 species reptilia lain, 32 species mamalia, dan 128 species burung langka.

Karena keunikan dan keindahannya, pulau Komodo diganjar UNESCO dengan status sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991. Tapi gak cuma itu, pada 2006, TNK dijadikan salah satu ‘role model’ dari Taman Nasional di Indonesia. Edan emang, keren abis!

Nah, pesona rumahnya komodo ini sampai-sampai memikat hati sang pembalap paling tersohor saat ini lho, Valentino Rosi. Mas Rosi, hehehe anggap aja sodara, kemarin abis mampir ke Labuan Bajo buat foto-foto sama komodo. Udah tau kan infonya ini?

Ah kalo belum kamu juga harus mampir kesini deh Gak Cuma VR46 Aja, Dua Pesohor Lainnya Juga Pernah Mampir.

kunjungan valentino rosi ke pulau komodo indonesia
Vale dkk lagi ngawasin Komodo | image by Wonderful Indonesia

Bukan Kali Pertama Google

Google sebenarnya bukan kali pertama membuat doodle khusus buat Indonesia. salah satu yang gak terlupakan adalah saat ulang tahun kemerdekaan Indonesia kemarin, Google merilis doodle edisi Indonesia merdeka.

doodle ulang tahun pulau komodo | ulang tahun pulau komodo
Doodle buat Indonesia ini ternyata bukan yang pertama lhoh

Belum lagi yang terbaru sebelum Komodo ini, yakni doodle buat mas Pram. Tau mas Pram kan? Itu lhoo, Pramoedya Ananta Toer. Beliau adalah seorang sastrawan ulung yang karyanya ia haramkan difilmkan orang bule, harus orang pribumi. Keren ya!

Nah, setelah ini, siapa lagi yang bakal dikasih doodle spesial ya? Tapi yang pasti, semoga ulang tahun pulau komodo yang ke-37 ini bisa dijadikan tonggak untuk lebih baik lagi. Semoga panjang umur ya broo, hehehehe. Dan jangan lupa, kita juga harus nyempetin main ke Komodo. See you there!


Featured image by www.jalansanasini.com

Tambora Menyapa Dunia 2017, Gelaran Budaya Berselimut Alam

Kabupaten Dompu tengah bersiap untuk kembali menggelar event besar berskala internasional. Event bertajuk Tambora Menyapa Dunia 2017 (TMD) akan diadakan pada tanggal 12 sampai 16 April mendatang bertempat di kecamatan Pekat, kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pada gelaran dua tahun yang lalu, acara ini dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Tak ayal TMD edisi 2015 berhasil mendatangkan wisatawan dari berbagai penjuru negeri bahkan mancanegara. Prestasi inilah yang dijadikan acuan agar acara serupa diadakan kembali dan dijadikan agenda tahunan.

Menurut Esthy Reko Astuti, selaku deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata, TMD berhasil membangkitkan semangat pariwisata Dompu dan sekitarnya.

Ia menambahkan, TMD juga berdampak positif kepada generasi muda Dompu agar meningkatkan ide dan kreativitas mereka dalam hal pariwisata. Tentunya ini adalah kabar baik bagi masa depan pariwisata Dompu.

‘Pamer’ Budaya sebagai Daya Tarik Utama

Pada acara Tambora Menyapa Dunia 2017, para pengunjung akan disuguhi pawai budaya yang akan melibatkan ibu-ibu dengan pakaian adat dari bahan sarung khas. Selain pawai, akan ada juga pentas seni budaya, upacara selamatan laut, serta jambore seni budaya.

Rangkaian acara yang diadakan di beberapa tempat itu juga diharapkan mendongkrak spot wisata alam di sekitarnya, seperti pulau Satonda, mata air tawar di pesisir pantai, sampai pulau Moyo yang sering dijadikan tempat berlibur para pesohor.

kegiatan tambora menyapa dunia 2017
TMD 2017 diharapkan dapat menarik 15.000 wisatawan | tamboraku.blogspot.co.id

Acara ini diharapkan dapat mendatangkan paling tidak 15.000 wisatawan lokal dan internasional. Dan semakin banyaknya wisatawan yang datang, maka semakin dikenal pula pulau Lombok sebagai alternatif wisata selain Bali. Dan ini ternyata bukan omong kosong lho.

Pada 2012, NTB dikunjungi lebih dari 2,25 juta orang. Sedangkan pada 2015, jumlahnya bertambah yakni mencapai 3 juta lebih wisatawan lokal. Turis ‘bule’ pun tak mau kalah. Pada Oktober 2015, ada sekitar 7.419 bule main ke NTB. Kemudian terjadi peningkatan 28% lebih sampai Oktober 2016, jumlahnya menjadi 8.756.

Tambora, Lombok, dan The New Bali

Gunung Tambora adalah salah satu gunung dengan letusan paling dahsyat sepanjang masa. Pada 1815 ia memuntahkan material vulkanik yang berdampak global, termasuk sampai pada langit Eropa. Matahari tak terlihat, cuaca tak menentu, dan pastinya kematian massal penduduk Sumbawa. Tak kurang dari 60.000 jiwa melayang akibat letusan mengerikan ini.

sisa sisa tambora yang meletus
Kawah sisa ledakan mematikan Tambora pada 1815 | www.topindonesiaholidays.com

Tapi kini Tambora ceritanya berbeda. Ia bersolek dan memamerkan kecantikannya agar dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru negeri. Dengan ini, Sumbawa (Lombok) pun juga akan dikenal sebagai The New Bali, alternatif wisata selain pulau Dewata.

Yuk kita promosikan Tambora Menyapa Dunia 2017 sebagai peringatan 202 meletusnya gunung Tambora.


Featured image by setkab.go.id

Farewell Spit, ‘Kuburan’ Massal para Paus

Fenomena aneh tak jera-jeranya mengejutkan manusia. Kalo kamu tau, beberapa waktu lalu kita pernah sharing tentang pemandangan seram kawanan burung berwarna hitam terbang landai di Texas. Jumlahnya pun gak sedikit. Kalo belum lihat ntar mampir aja ke Fenomena Aneh di Langit Texas, Amerika.

Dan fenomena seram lainnya datang dari kasus mamalia terbesar yang masih hidup hari ini, paus. Setiap tahunnya ada ratusan paus terdampar di Selandia Baru, tepatnya di pantai yang disebut Farewell Spit. Pantai ini sudah nampak seperti ‘kuburan’ bagi penghuni laut itu.

Dimanakah pantai ini berada? Apa penyebab kawanan paus terdampar sampai mati di tempat ini?

Farewell Spit, Mimpi Buruk Paus dan Manusia

Dari namanya, kita seakan dikasih tahu bahwa tempat ini identik dengan ‘perpisahan’. Ya, tepatnya perpisahan yang disebabkan oleh kematian. Tak kurang dari 400 ekor paus mengucapkan ‘farewell’-nya di pantai Farewell Spit di awal tahun 2017 ini.

Farewell Spit adalah pantai yang berada di selatan Selandia Baru. Pantai ini ‘dinobatkan’ sebagai pantai yang paling sering menjadi lokasi terdamparnya paus. Termasuk kasus 400 ekor pada awal Februari lalu.

pemandangan farewell spit saat ratusan paus mati
Pemandangan Farewell Spit saat ratusan paus terdampar & mati | malaysiaupdates.com

Sekitar 400 paus Pilot yang terdampar, 300 diantaranya mati. Hanya ada kurang lebih 100 ekor saja yang berhasil diselamatkan dengan mengerahkan ratusan warga beserta pegawai departemen konservasi setempat.

Sementara itu, para ilmuwan masih belum bisa memastikan penyebab utama kawanan paus terdampar. Hipotesa yang mahsyur dikemukakan adalah faktor usia yang menyebabkan paus sakit atau terluka sehingga membuat navigasi mereka kacau.

Kekacauan ini seakan ‘menggiring’ mereka ke perairan landai, terutama saat pantai tengah surut, dan tentunya membuat mereka terdampar. Hal ini diperparah dengan kecenderungan paus mengirim sinyal bahaya pada kawanannya yang membuatnya mengikuti sumber sinyal. Alhasil, mereka semua bernasib sama.

Pendapat lain mengatakan bahwa terdamparnya paus disebabkan karena terlalu jauhnya mencari mangsa. Sebagian lagi menyebut karena suhu laut yang tak menentu karena perubahan cuaca yang ekstrim. Tak tau deh yang mana yang bener…

Bukan Kasus yang Pertama

Kasus paus terdampar di Selandia Baru sebenarnya gak cuma sekali, apalagi di Farewell Spit. Sekitar 200 ekor paus juga terdampar pada Februari 2015 yang lalu di tempat yang sama. Dari total 200 paus tersebut, setengah diantaranya tak terselamatkan.

paus sperma
Paus sperma juga pernah terdampar & sebagian besar mati | www.georgekarbusphotography.com

Jika kita jumlahkan, selama 2 tahun pantai ini telah ‘mengubur’ setidaknya 400 ekor paus. Sayangnya, ini bukan jumlah terbanyak!

Pada 1985 tercatat 450 ekor paus ‘tersangkut’ di pantai Auckland. Dan lebih jauh ke belakang, tepatnya pada 1918, lebih mengerikan lagi, yakni 1000 ekor ikan paus pilot meregang nyawa secara ‘berjamaah’. Semua terjadi di Selandia Baru dan angka terakhir manjadi yang terburuk sepanjang masa.

Tapi ngomong-ngomong, kalo di Indonesia yang punya garis pantai terpanjang gimana ya?

Kasus di Indonesia

Di ‘rumah’ kita, cerita serupa nampaknya juga tak asing lagi. Beberapa kasus yang pernah dicatat adalah di pantai Alue Naga, Aceh. Pantai ini pernah menjadi tempat matinya seekor paus sperma pada Agustus 2016 yang lalu.

paus terdampar di alue naga aceh
Penampakan paus yang terdampar di Alue Naga, Aceh | harian.analisadaily.com

Ada juga di Probolinggo dengan jumlah yang lebih banyak. Tak kurang dari 32 paus ditemukan di bibir pantai dan 10 diantaranya dinyatakan mati. Kasus ini terjadi pada Juni di tahun yang sama. Belum lagi kasus di pantai Klungkung, Bali, dan di pantai Lombok Timur.

Artinya, hingga kini fenomena terdampar dan matinya paus semakin sering ditemui, termasuk di Indonesia. Bahkan para ahli pun belum mengeluarkan teori pasti kenapa paus melakukan ini. Namun apapun itu, kita berharap yang terbaik. Semoga kejadian paus terdampar di Selandia Baru, khususnya Farewell Spit adalah yang terakhir. Setuju?


Featured image by nelsonlive.co.nz